Kategori
Society

Keluarga Telah Gagal

Saya tahu ini tidak pantas diucapkan pada Moko – seorang pemuda yang baru lulus kuliah arsitektur yang tiba-tiba harus mengurus lima keponakannya (tiga sudah sekolah, satu baru lahir, satu titipan) karena kakak perempuan dan iparnya meninggal dunia, dan seorang bapak yang kabur meninggalkan anaknya. Moko telah membunuh mimpinya sendiri, yang telah ia angan-angankan bersama pacarnya. Ia percaya pada takdirnya, meskipun sungguh, lelahnya tak terkira.

Tetapi toh, saya akan tetap mengatakan ini pada Moko: untungnya, masih ada tembok di rumahmu yang bisa dibongkar untuk membuat ruang tamu yang lebih jembar. Ada sebuah keluarga, di Jakarta juga, yang bahkan tidak punya tembok untuk dihancurkan. Sebab, satu-satunya ruang di rumah yang mereka miliki adalah sepetak ruangan berukuran 2×3 meter saja. Anggota keluarga mereka bahkan lebih banyak daripada anggota keluargamu. Alhasil, jangankan menghancurkan tembok, tidur saja mereka bergantian karena satu ruangan itu tak cukup untuk menampung mereka semua.

Kategori
Society

Rasanya Kembali Bekerja di Jogja Meski Udah Tau Gajinya Gitu-gitu Aja

55 kata
1 menit

Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah cuitan yang isinya mengkritisi kinerja pemerintah DIY, utamanya kepada Ngarso Dalem. Sayangnya, cuitan kritis tersebut justru mendapat berbagai penolakan dan cacian. Komentar-komentar pembelaannya pun saya rasa sangat keterlaluan, seolah-olah mengkritisi kehidupan di Jogja adalah sebuah dosa besar.

Kategori
Kapital

Kebebasan Tidak Ada Artinya Jika Kau Miskin

51 kata
1 menit

Negara dan berbagai sayap kekuasaannya semakin mengekang kebebasan. UU ITE semakin tajam dan siap melumat kata-kata yang diproduksi mulut dan jari-jarimu. Diskriminasi agama terus berlanjut dan negara membiarkannya, mulai dari pelarangan pendirian tempat ibadah, salib dipotong, hingga doa bersama di tepi pantai dihalang-halangi.

Kategori
Kapital

Pengalaman Bekerja di Jogja yang UMRnya Segitu-Gitu Aja Tapi Disuruh Bersyukur

68 kata
1 menit

Belum lama ini Pemerintah Provinsi DIY menyepakati kenaikan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang akan diberlakukan pada tahun 2020 mendatang. Isi kesepakatan ini adalah adanya kenaikan 8,51% dari UMP DIY tahun 2019, yaitu menjadi Rp1.704.608,25. Sementara untuk UMK tahun 2020 masing-masing adalah Gunung Kidul Rp1.705.000 ; Kulon Progo Rp1.750.500 ; Bantul Rp1.790.500 ; Sleman Rp1.846.000 ; dan Kota Yogyakarta Rp2.004.000.

Kategori
Transportasi

Tidak Ada Bulan Puasa di Pelabuhan Jangkar

44 kata
1 menit

Ketika aku mendapatkan pelanggan kelima, tanganku tiba-tiba dicengkeram oleh pemudik bodong itu. Aku dibawa ke pos polisi pemantau arus mudik lebaran. Semua tiket di tanganku dirampas. Di kejauhan, para pemudik mulai rusuh di depan lubang tiket.