-
Sound Horeg: Olah Suara dan Olah Rasa Warga Desa

Kalau hanya untuk memperbaiki lagi pagar jembatan yang rusak, warga sanggup gotong royong. Kesepakatan begitu, menurut keterangan kepala desa, pihak desa tengah di garis finish dan tidak mengetahui kalau sound system yang hendak lewat jembatan desa terhalangi pagar jembatan.
-
Ekowisata Jogja, Magnet Ikon Pariwisata yang Menghidupkan Perekonomian Rakyat

Sejak beberapa tahun terakhir, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki titik objek wisata baru di luar titik destinasi pariwisata sejarah dan heritage yang menjadi ciri khas dan dikenal masyarakat luas. Sebut saja, keberadaan Technopark Parangracuk, Geopark Gunungsewu di Gunungkidul, lalu kawasan ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran misalnya.
Kawasan dan area yang sebelumnya tak bernilai, tak dikenal lalu menjadi sorotan publik secara luas. Berwisata menjadi lebih berwarna dan memiliki pengalaman baru di sejumlah obyek wisata baru yang dekat dengan isu pelestarian alam dan lingkungan.
-
Republik Medsos, Panggung Digital Politisi Kita

Masa kampanye yang sesuai jadwal memang masih belum ada. Tapi “rasa kampanye” politisi sudah sangat terasa dengan bungkus aneka kegiatan di akhir pekan. Bahkan bisa saja setiap kesempatan untuk bisa menjangkau lebih banyak individu di daerah pemilihan yang potensial dilakukan. Tentu saja, bungkusnya atau penampilan diri politisi tidak boleh secara vulgar berkampanye untuk dipilih, atau ajakan secara terbuka untuk dicoblos di kartu suara.
-
Air Bersih Semakin Krisis, Mari Merawat Sumber Daya Air

Warga masyarakat di Penang, Malaysia dikabarkan harus berebut air kemasan sampai jadi berita yang viral. Kabar begini tentu menjadi perhatian banyak orang. Urusan konsumsi air minum, cukupnya kebutuhan air minum, menjadi bagian penting keseharian manusia.
-
Tetapi Apa Itu Harta yang Layak Diumbar?

Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy merembet ke pemeriksaan harta kekayaan para pejabat oleh penegak hukum. Awalnya yang diperiksa adalah bapak Dandy sendiri, Rafael Alun Trisambodo, yang bekerja di kantor pajak. Ini karena Dandy sering pamer kendaraan-kendaraan mewah. Kemudian pemeriksaan berlanjut ke pejabat lain. Salah satunya adalah eks Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Timur, Sudarman Harjasaputra. Ia diperiksa karena istrinya sering pamer barang-barang mewah di media sosial.
-
Duka di Plumpang: Pindah Depo BBM atau Relokasi Warga?

Duka mendalam dialami warga di Jalan Tanah Merah Bawah, Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara pada hari Jumat (3/3/2023). Sekitar pukul delapan malam, kobaran api yang berasal dari Depo BBM Plumpang milik Pertamina menghanguskan rumah-rumah di area tersebut. Jarak rumah warga dengan area Depo BBM tersebut memang dekat sekali, hanya dipisahkan tembok dengan tinggi sekitar 4,5 meter dan jalan yang lebarnya sekitar 4 meter. Sampai dengan hari Sabtu (4/3/2023), korban meninggal dilaporkan sebanyak 19 orang, dan korban luka-luka setidaknya 50 orang.
-
Ada Sesuatu yang Hilang di Yogyakarta

Perencanaan dan penataan kawasan perkotaan terus berjalan di tanah air. Tentu saja, pola perencanaan yang ada bersumber pada pola aktivitas dan mobilitas warganya. Kalau ada perubahan fasad atau wajah bangunan dan perubahan penataan kawasan, itu jamak dilakukan untuk merespon perubahan yang terjadi. Ada yang hilang dan ada yang baru dari hasil perencanaan dan penataan kawasan perkotaan.
-
Gotong Royong di Abad Ke-21

“Gotong Royong” sudah menjadi sebuah kata yang agung. Kata ini telah menempati altar pemujaan, sehingga ia menjadi sebuah mitos yang kaku. Ia dianggap sebuah ruh bangsa yang begitu luas: Indonesia. Hampir tak ada lagi ruang untuk mengeksplorasi kemungkinan pengembangan konsepnya. Namun, “hampir” bukan berarti tidak ada sama sekali. Di tulisan kali ini saya akan mencobanya.
-
Tidak Cukup Menjadi Orang Bijak di Hadapan Teknologi

Sebagian orang memilih posisi ekstrem ketika berhadapan dengan kemunculan teknologi baru: bersorak dengan optimisme yang kuat atau menolak tanpa kompromi. Di antara dua kelompok ini, ada yang menjadi penengah dan mengambil keputusan menjadi orang bijak. Sekumpulan orang bijak ini menyerukan bahwa seluruh teknologi yang muncul memiliki efek negatif maupun positif. Yang perlu kita lakukan adalah memperluas dampak positifnya dan semaksimal mungkin menghilangkan dampak negatifnya.

